Petasan adalah sebuah budaya sekaligus hobi bagi penggemarnya,mereka menyulut
petasan tanpa memperdulikan lingkungan sekitarnya, asalkan di sulut meletus mereka
kegirangan,
Setiap kali akan datang bulan puasa atau Romadhon,dilingkungan kita pasti kita jumpai
bunyi bunyi petasan yang mendadak meletus tanpa memberi kabar atau sinyal, tahu tahu
dor,jatungpun seakan mau copot,dan kebiasaan ini dilakukan oleh orang yang hobi petasan
dan sekaligus membudaya di saat hari hari besar,
Bagi sebagian besar orang yang geram dengan bunyi petasan, mereka akan menganggap
bodoh bagi penyulut petasan tersebut,kenapa demikian, coba kita pikir, petasan di beli
dengan harga mahal mahal hanya untuk sebuah suara atau dentuman, dan kebodohannya
terlihat saat mereka menyulut petasan yang hanya di ambil demtumanya, saat petasa
atau mercon meletus telinganya ditutup,coba amati orang orang yang menyulut petasan
akan sangat terlihat bodohnya saat mereka menyulut petasan
Lain lagi bagi penikmat petasan,bunyi petasan yang semakin besar dentumanya dan dapat
mengagetkan orang lain di sekitarnya akan kegirangan,dan tertawa terbahak bahak, ini
merupakan sebuah kepuasan tersendiri bagi penikmat petasan itu sendiri,jadi nggk bisa di
salahkan, sama halnya bagi penikmat rokok seperti saya, coba bayangkan, beli rokok yang sebungkus
harganya mencapai rp.15000/bungkus,disulut dan asapnya di sedot,apa anggk bodoh
dan gila itu namanya,kenapa nggk sekaliaan asap knalpot motor yang mengebul aja yang
di isap kalau yang di cari hanya asapnya, dan lebih irit karena nggk beli, kalau nggak,asap
ban yang di bakar saat demo mahasiswa itu juga banyak, lumayan kalau di isep…
Lagi lagi disini masalah kepuasan,yang tak bisa di salahkan kepada yang hobi merokok
mengenai soal kepuasan,bisa dicapai dengan cara apapun,mereka yang suka mengumbar
syahwat,berzina,dan menjual diri,itu semua kepuasan bagi mereka yang menjalani, bagi
mereka yang tidak merokok,tidak menyalakan petasan,tidak berzina,tidak mengumbar
syahwat,supaya bisa memahami dengan bijaksana,karena apa,karena apa yang kita lakukan
belum tentu membuat mereka puas untuk di jalaninya,
Jika kita mudah menganggap orang lain bodoh, apa kita nggak ada sifat bodohnya?
coba kita cari, misalnya saat kita bikin kopi, kita merebus air biar panas untuk membuat
kopi, tapi setelah jadi kopi dan kita siap minum kenapa kok ditiupin kopi kita, apa nggk
bodoh itu namanya,mendingan nggk usah direbus airnya,langsung bikin kopi, kan nggk
perlu di dinginkan lagi,sama halnya kita menimba air disumur untuk mengisi bak mand
Setelah kita capek capek menimba air dan bak mandi penuh, setelah itu kita buangin lagi
tanpa mengingat capeknya saat menimba,..
Lagi lagi disini soal kepuasan,siapa yang bisa menyalahkan kepuasan yang kita capai
Mungkin kita akan menganggap,boleh puas,asal jangan meresahkan orang lain, misal
menyulut petasan,jangan ngagetin orang yang nggk nyulut dong, la terus gima kalau
kita menylut petasan nggk ada bunyinya, buat apa beli petasan kalau nggak meletup
karena petasan itu yang di ambil bunyinya,bukan sampahnya,kita sebagai orang yang
tidak melakukan hal itu semua di atas haruslah bisa menyikapi dengan sangat bijaksana
tidak asal teriak teriak,mengecam tanpa ada solusi yang baik, misalnya kita menciptakan
petasan dengan bunyi yang berirama, jikalau di sulut bunyinya seperti paduan suara,
atau bisa juga seperti bunyi kentut,jadi saat meletuppun kita nggk kaget lagi,..
ya... Ramadhan sebentar lagi... Marhban yaa ramadhan ya Friend..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar